Monday, April 25, 2016

Culinarysia : CHAPTER 21 Negeri 1001 Kuliner.

Setelah bangunan restoran selesai di renovasi, hal selanjutnya yang menjadi pusat perhatian Pandu sebelum benar-benar membuka sebuah restoran adalah menentukan menu makanan yang akan di sajikan kepada para pengunjungnya kelak. Ketika membicarakan hal tersebut, teman-teman Pandu ternyata memiliki pendapat sendiri terhadap menu makanan yang akan di sajikan nanti. Menurut mereka, restoran tersebut sudah dapat dipastikan akan menyajikan seluruh masakan tradisional Indonesia. Karena begitu beragamnya masakan tradisional Indonesia, mereka pikir mereka harus menyajikan berbagai masakan yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Saturday, February 27, 2016

Culinarysia : CHAPTER 20 Lokasi Untuk Sasaran Yang Tepat.

Sebelum menyewa sebuah bangunan untuk restorannya, Pandu tentunya telah memikirkan dengan matang mengenai lokasi dari bangunan tersebut, lokasi yang sebenarnya telah banyak di ragukan orang untuk mendapatkan banyak pengunjung. Restoran itu sendiri tepatnya berdiri di sebuah perkampungan yang wilayahnya masih hijau dimana masih sedikit bangunan yang berdiri. Selain itu lokasi tersebut juga cukup jauh dari jalan raya sehingga jauh dari keramaian. Dengan kondisi tersebut bagaimana mungkin orang-orang dapat mengetahui keberadaan restoran itu. Karena jauh dari keramaian, orang-orang juga akan malas untuk datang kesana.

Thursday, February 11, 2016

Culinarysia : CHAPTER 19 Berawal Dari Sebuah Bangunan.

Setelah Adi Wijaya memutuskan untuk bergabung bersamanya, maka Pandu telah berhasil mengumpulkan orang-orang terbaiknya untuk mengelola sebuah restoran. Pandji Hutama, Bhakti Suwardi, Umar Hasan, dan Adi Wijaya akhirnya sudah sepakat untuk bekerja bersama Pandu.
Bersamaan dengan bergabungnya orang-orang itu, Pandu juga telah berhasil menyewa sebuah bangunan seluas 240 M2 untuk di jadikan sebuah restoran.  Bangunan itu sendiri telah di sewa Pandu dari sepasang suami istri paruh baya yakni Bapak dan Ibu Mansur. Bangunan itu tadinya di gunakan sebagai tempat peternakan ayam yang di kelola sendiri oleh sang pemilik. Sayangnya usaha peternakan itu justru merugi hingga mereka memutuskan untuk menghentikannya. Mereka lalu menyewakan tempatnya kepada orang lain untuk membantu menutup kerugian.

Saturday, December 5, 2015

Culinarysia : CHAPTER 18 Hanya Penghargaan Yang Kubutuhkan.

Di keluarkannya Adi dari tempatnya bekerja ternyata telah membuat Adi trauma untuk bekerja di perusahaan orang lain. Akibatnya, Adi sempat terpikir untuk tidak lagi bekerja di perusahaan orang lain melainkan di perusahaan ayahnya sendiri. Selama ini perusahaan ayahnya merupakan salah satu supplier terkemuka di Indonesia untuk berbagai jenis kebutuhan material industri. Sang ayah tentunya akan dengan senang hati bila menerima Adi untuk bekerja di perusahaan itu.

Saturday, November 14, 2015

Culinarysia : CHAPTER 17 Di Sinilah Tempatmu Untuk Berdebat.

Walaupun hubungan pertemanan antara Pandu dan Adi tidak begitu dekat, layaknya teman satu jurusan dan satu angkatan dalam satu kampus, setelah lulus kuliah mereka berdua masih melakukan kontak antara satu sama lain. Biasanya yang mereka bicarakan tidak jauh dari masalah seputar kampus seperti acara perkumpulan para alumni, seminar, dan sebagainya. Terkadang mereka juga membicarakan masalah pekerjaan yang sedang mereka jalani.